News
5 Film Dokumenter Tentang Seni yang Wajib Ditonton!
13 January 2020 12:00 AM
782

Dunia seni memang luas. Namun pikiran dan imajinasi para seniman yang menggelutinya tentu jauh lebih luas. Mencoba untuk merangkum semuanya menjadi sebuah asupan yang dapat dimengerti memang sulit. Beberapa telah mencobanya dan berhasil melakukannya dengan baik. Bukan pekerjaan yang mudah, memang; namun yang berhasil, tentulah bak menciptakan sebuah seni yang baru dengan sendirinya.

Sebuah seni yang hadir dari penjelajahan cara pikir seniman lain. Seperti itulah sebuah film dokumenter yang membahas dunia seni dan pelakunya dapat dipandang. Dalam kesempatan ini, kita telah memilah beberapa film dokumenter yang mampu melakukan tugasnya dengan tepat, dan mendaratkan hasil akhir yang brilian. Melalui sekumpulan film ini, luasnya seni dan nama-nama besar yang berkarya di dalamnya bak dirangkum semenarik mungkin, memberikan kita inspirasi, informasi, dan pendalaman jiwa yang mampu mendorong terus proses jus kreatif, atau untuk sejenak merehat dan mengaggumi subyek yang diangkat.

1. Art Bastard (2016)

"Dalam dunia seni nan eksentrik dan yang sudah terobsesikan oleh uang, ketenaran, dan hype; bagaimana seorang seniman, yang terdorong oleh keadilan dan rasa kebenarannya sendiri, mampu mendefinisikan gaya seninya dan tumbuh darinya sendiri?"

Itulah tanya yang langsung melesat di awal deskripsi resmi dari film dokumenter ini. Ditulis dan disutradarai oleh Victor Kanefsky, serta diproduseri oleh Chris T. Concannon, Art Bastard mampu menjadi gambaran yang dapt direlasikan oleh para pelaku seni yang masih setia dengan idealismenya, yang hidup era modern ini, dengan wujudnya justru memangkas orisinalitas.

Semua itu dibidik ke satu sosok yang sentral: Robert Cenedella. Sebagai seorang yang, dapat dikatakan, berdiri sejajar dengan Warhol; penonton diajak menyelami film ini melalui sajian yang lively, energetik, humoris, dan yang pasti, jujur tanpa pretensi.

Awal tayang di tahun 2016, film ini mampu menjadi sebuah kiblat yang, meski tidak selalu menenangkan keresahan para seniman yang sejalan, patut ditonton didalami. Banyak pelajaran yang mampu dicuri dari seorang Robert Cenedella, dan film ini menyediakan banyak celah untuknya.

<iframe allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" frameborder="0" height="349" scrolling="no" src="//www.youtube.com/embed/eXhy5prz83k?wmode=transparent&jqoemcache=EAURU" width="425"></iframe>

<iframe allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" frameborder="0" height="349" scrolling="no" src="//www.youtube.com/embed/eXhy5prz83k?wmode=transparent&jqoemcache=EAURU" width="425">2. Exit Through the Gift Shop (2010)</iframe>

Banksy bukan lagi nama yang asing. Sosoknya? Ya. Tapi namanya tentu tidak. Seniman jalanan yang misterius ini memang sudah sangat terkenal, tapi di saat yang bersamaan, juga tidak dikenal sama sekali. Tidak ada yang tahu siapa itu Banksy. Karya-karyanya bandel, kritis, serta menyentil; dan ketika film yang, secara ekslusif menampilkan Banksy--baik di hadapan kamera ataupun di hadapan tembok--hadir, ia hadir dengan cara yang sifatnya sama dengan karya-karya kenamaan Banksy.

Exit Through the Gift Shop yang rilis di tahun 2010 ini (disutradarai oleh Banksy) mengangkat kisah nyata yang unik tentang bagaimana seorang penjaga toko asal Perancis yang "berubah" menjadi seorang sutradara film dokumenter dan mencoba mencari, hingga hendak berteman, dengan Banksy. Hasil akhirnya cukup mengejutkan. Usaha tersebut justru berujung pada Banksy yang "membalikkan" kameranya dan menyorot sosok sutradara, menjadikannya sebuah dokumenter yang dengan sendirinya merupakan sebuah spektakel yang segar dan jujur.

Tanpa perlu basa basi: film ini memuat rekaman eksklusif dari Banksy dan sederet nama-nama besar dunia graffiti; sebut saja Shepard Fairey, Invader, dan banyak lainnya. Mengutip ucapan Banksy terhadap film ini: "(Exit Through the Gift Shop) merupakan sebuah kisah di mana seseorang berangkat dan mencoba merekam sesuatu yang tidak bisa direkam. Dan gagal!"

<iframe allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/oHJBdDSTbLw" width="560"></iframe>

3. The Radiant Child (2010)

Dalam dunia seni kontemporer, nama Jean-Michel Basquiat merupakan sebuah zeitgeist. Karya-karyanya mampu memengaruhi peradaban, sarat pesan tapi mampu mendarat dan bergetar dengan banyak individu, menginspirasikan banyak kepala lintas bidang. Naasnya, karier Basquiat singkat, tapi itupula yang menjadi salah satu faktor dari fenomenanya yang magis.

Di bawah moniker Samo, ia merupakan sosok yang seniman Amerika yang digemari oleh dunia seni dan publik. Ketika ketenarannya meroket dan meluas hingga satu dunia, status kultusan yang melekat dirinya mulai menjangkit ke dalam proses seninya--aspek yang membuatnya mendunia pada awalnya.

Sutradara The Radiant Child (2010) merupakan karya sutradara Tamra Davis, yang juga seorang karib dari Basquiat. Di dalam film ini, ia menjelajahi Basquiat sebagai seorang ikon seni neo-expressionist yang mendunia, juga seni-seninya yang kaya dan revolusioner. Tidak hanya itu, The Radiant Child juga memanggungkan bagaimana Basquiat, seorang seniman kulit hitam, bisa berhasil di Amerika meski kerap terpapar rasisme dan miskonsepsi.

Semua itu pun dikemas oleh Davis dalam sederet wawancara ekslusif dari orang dalam yang membuat semua adegannya terasa nyaman, bahkan mungkin begitupula untuk sang seniman sendiri. Lepas dari berbagai aspek tersebut, The Radiant Child adalah sebuah film dokumenter yang berhasil: ia tidak egois. Subyek-lah yang menjadi sorotan utama, dan film ini berhasil menampilkan Basquiat dalam bingkai yang layak. Karya dan kata-katanyalah yang menjadi pemeran utamanya. Hasilnya? Mistis.

<iframe allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/eXjR-y0WH-I" width="560"></iframe>

4. The Mystery of Pablo Picasso (1956)

Apa jadinya kala sutradara suspense Henri-Georges Clouzot menggubah sebuah film dokumenter tentang enigma besar sejarah manusia yang adalah Pablo Picasso? Jawabannya adalah film dokumenter jebolan tahun 1956 ini. Melaluinnya, ditampilkanlah seorang Picasso yang tengah melukis di kanvas.

Mengutip deskripsinya pada situs Rotten Tomatoes, "Sama seperti lukisan seorang Pablo Picasso, film ini pun tidak dimaksudkan untuk dimengerti, hanya perlu dirasakan."  Filmnya dibuka dengan dengan adegan Picasson yang tengah menggambar sketsa dengan dua warna hitam putih. Gambar itu, seiring berjalannya film ini, akan kemudian dilukis menjadi sebuah lukisan yang lengkap dengan cat minyak dan warna-warna magis, menjadikannya sebuah karya Picasso yang brilian.

Sehabis penggarapan film dokumenter ini rampung, sang seniman kemudian menghancurkan lukisan yang ia ciptakan tersebut. Itupula yang membuat film ini menjadi salah satu film seni yang patut disimak: karena merumahi sebuah karya dari seorang Picasso yang tidak bisa dilihat di lain tempat selain di dalamnya.

<iframe allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/ZBZzyVBr4U8" width="560"></iframe>

5. Andy Warhol: A Documentary Film

Andy Warhol: A Documentary Film merupakan sebuah gambaran dari salah satu seniman terpenting di paruh kedua abad ke-20. Berlatar di era perubahan, film ini menyorot Andy Warhol dalam konteks kehidupan dan karya-karyanya. Ia menggabungkan permainan kamera yang apik dengan rekaman wawancara yang eksklusif, membuatnya menjadi salah satu, jika tidak yang paling patut disimak terkait sang seniman kontemporer itu.

Film ini akan membedah secara detail arsip-arsip seorang Warhol dan bagaimana output keseniannya dituangkan menjadi karya. Tak hanya itu, dokumenter garapan Ric Burns ini pun turut serta mengkaji lima dekade tahun-tahun berkaryanya dari akhir 1940 hingga kematiannya di 1980-an sembari melihat bagaimana kehidupan keluarganya, dari masa kecil di Pittsburgh, hingga dewasa dan menjadi terkenal.

Intinya, tidak ada sajian lain yang lebih pas untuk menjelajahi kehidupan Andy Warhol selain dokumenter panjang berdurasi 240 menit ini. Worth the watch!

<iframe allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/UQXpqQO4vaE" width="560"></iframe>