News
Kemeriahan Perayaan Awarding Night Super Art Fest!
3 February 2020 12:00 AM
265

Super Art Fest Awarding Night, sebagai puncak dan akhir rangkaian gelaran kompetisi Super Art Fest yang telah di mulai dari bulan Maret 2019, sukses digelar pada hari Sabtu, 1 Februari 2020 kemarin.

Bertempat di Livespace SCBD – Jakarta Selatan, malam itu menjadi momen yang tak terlupakan, terutama bagi para finalis; mengingat gelaran tersebut menjadi waktu di mana nama-nama para pemenang kompetisi untuk setiap kategorinya diumumkan.

Merangkum ulang, terdapat empat kategori yang diperlombakan dalam Super Art Fest; yakni Street Art, Illustration, Comic Strip, dan Custom Sneaker.

Awarding Night juga menampilkan pameran hasil karya apik milik para finalis yang diperlombakan. Tak hanya itu, gelarannya  juga diisi oleh berbagai keseruan lainnya seperti “kompetisi mini” street art battle dan ilustrasi, hingga pembagian postcard gratis dari “ATM postcard.” Tak lupa, adapula jajaran musisi apik yang hadir dan menghibur, menambahkan kemeriahan Awarding Night menjadi sebuah malam yang tidak terlupakan.

Gelaran yang tidak dipunggut biaya ini membuka gerbangnya tepat pukul lima sore. Para pengunjung yang sedang menikmati pameran pun dihibur oleh musik-musik energetik kolaborasi Fandy DFMC dan DJ Dhito yang membuka Awarding Night dengan meriah di panggung Lounge. Acara disusul oleh penampilan magis dan captivating dari Tanayu (ft. Logic Lost) di Main Stage.

Kompetisi on the spot street art battle dan ilustrasi juga sudah juga sudah di mulai, lalu panggung Lounge SAF seraya menjadi sejuk melalui petikan gitar akustik Gabriel Mayo. Masih seirama, Float yang segera menyusul di panggung utama pun terasa pas menlanjutkan aksi Mayo, dengan lagu-lagu andalan macam “Pulang” dan “3 Hari Untuk Selamanya.”

Usai rehat dengan musik “sejuk,” Awarding Night tancap gas lagi, DJ Echo (Eka The Brandals, Zigi-Zaga) hadir ke balik deck DJ Lounge Stage, memberikan lagu-lagu yang serentak kembali merebus semangat para pengunjung. Keseruan pun tetap di jaga, itu dipastikan oleh Maw&Wang yang “mengamuk” di panggung utama. “Kasih Sayang Kepada Orang Tua” terbukti manjur menghadirkan tawa dan sorak meriah para pengunjung.

Malam yang sudah ramai dipenuhi pengunjung pun semakin hangat. Para finalis terlihat asyik berecngkrama dengan para teman-temannya di dalam gelaran Awarding Night, demikian juga jadinya dengan para juri. Para juri, yang adalah Tutu (Street Art), Emte (Illustration), Sanchia (Comic Strip), dan Hardthirteen (Custom Sneaker), juga Leon Barto dan Eunich Nuh selaku curator dan co-curator hadir dalam Awarding Night.

Selepas panggung Maw&Wang, Waktunya merusuh sejenak dengan pilihan lagu squad andalan dari Kemang. Lawless YouTube Squad (Sammy Bramantyo, Arian13) hadir dan mendorong adrenaline mereka yang haus musik keras. Crowd surf, sing-a-long, dan gelas saling bersulang—petanda malam semakin seru. Dari sana, kemeriahan hanya akan terus bertambah. Tuan Tigabelas, jagoan hip-hop Jakarta, menjajah panggung Main Stage. Serentak, para pengunjung pun menyambut dengan sorak sorai. “Buta,” “Move,” dan “Last Roar.”

Representasi Yogya pun datang dan membuat semua pengunjung Awarding Night berdendang. Adalah Dub Youth di Lounge Stage yang mampu menyulap semua untuk joget lepas. Duo Heruwa (voc. Shaggydog) dan DJ Metz menyuntk musik roots yang sedap tak mampu dilawan. Goyang-goyangan pun tetap dilanjutkan, karena setelah Dub Youth, giliran Mooner yang tampil menawan. Kuartet Shella, Absar, Rekti dan Tama yang disambut secara antusias oleh semua, terutama pada nomor andalan mereka, “Lamun Ombak” dan “Kelana.”

Setelah penampilan Mooner, tepatnya pada pukul 10 malam, Awarding Night pun tiba di puncak acaranya: pengumuman pemenang kompetisi Super Art Fest. Pengumuman dibacakan oleh para juri menurut kategoringya, dan dari lima finalis dalam setiap kategori, sudah tercatat tiga pemenangnya.

Pada kategori Street Art, posisi ketiga diraih oleh, Taufik Rahman. Prajudi Herlambang di posisi kedua, dan Dae Button resmi menjadi pemenangnya. Dalam kategori Custom Sneakers, Ezha Fadhilla duduk di posisi ketiga, Agung Setiawan jadi runner-up, dan Yanuar Indra muncul sebagai juaranya.

Kategori Illustration menempatkan Gilang Nauri sebagi juara ketiga, Solcai pada posisi kedua, dan Gandhi Setyawan yang maju sebagai pemenang. Terakhir, kategori Comic Strip mengantongi nama Julisa Joekardi di peringkat ketiga, Silmi Sabila sebagai juara kedua, dan Yahya Laban memimpin di depan. Usai pembacaan pemenang, semua kontestan diberikan kesempatan untuk berfoto bersama dengan para juri dan kurator di atas panggung. Setelahnya, pesta perayaan pun dilanjutkan.

Tak perlu meunggu lama, malam fantastis itu dilanjutkan dengan aksi Sisitipsi yang juga fantastis. Tampil heboh dengan musik yang meriah, Sisitipsi—sebagai penampil yang sudah dinanti-nantikan—membayar tuntas antusiasme pengunjung yang hadir. Semerbak alunan gembira dari musik yang mereka bawakan terasa pas dengan nuansa perayaan. “Bomat” menjadi puncaknya, menjadi anthem yang nikmat di malam yang panas itu.

Terakhir, adalah karaoke massal dari Oomleo Berkaraoke, yang hadir ke atas panggung dengan Buluk Superglad dan duo MC Adit Insomnia dan Gilang Gombloh dan jajaran penampil yang turut menghibur keseruan Awarding Night. Semua bernyanyi bersama dalam lagu-lagu klasik macam “Konservatif,” “Genit,” “Sayidan,” hingga “Mr. Brightside” dan “Bohemian Rhapsody.”

Dengan begitu, berakhir sudah Awarding Night dan keseluruhan rangkaian acara Super Art Fest. Selepas dari sifatnya yang memang merupakan sebuah kompetisi, seaslinya Super Art Fest merupakan ajang pembuktian diri dan penjalanin tali komunitas, yang tentunya berfungsi untuk terus mendorong laju dan mutu gerakan kreatif di Indonesia. Malam Awarding Night ini menjadi sebuah perayaan yang merayakan itu semua.

Selanjutnya? Tunggu kisah-kisah perjalanan para pemenang Super Art Fest di Hong Kong, kala mereka menyambangi HK Walls dan Hong Kong Art Basel! Sampai bertemu di Super Art Fest berikutnya!