News
Sesi Temu Juri dengan Para Finalis Super Art Fest 2019
17 October 2019 12:00 AM
586

Sejak Super Art Fest resmi membuka pendaftarannya, kompetisi seni yang memperlombakan Street Art, ilustrasi, comic strip, dan custom sneakers ini berhasil menjaring 552 peserta dari berbagai pelosok Nusantara; seperti Jabodetabek, Bali, Lombok, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera. Setelahnya, para pendaftar dipilih melalui proses penilaian yang ketat. Kini Super Art Fest sudah menapak masuk ke tahapan 5 besar untuk setiap kategorinya.

Lantas, hari Rabu, 16 Oktober kemarin, Yello Hotel Manggarai di Jakarta menjadi titik digelarnya sesi temu juri para finalis 5 besar Super Art Fest dengan masing-masing juri menurut kategorinya. Nampak keempat juri; yakni Tutu (Street Art), Emte (Ilustrasi), Sanchia (Comic Strip), dan Hardthirteen (Custom Sneakers), serta kurator Super Art Fest—Leon Barto datang menghadiri gelaran tersebut.

Sesi temu juri ini turut serta menjadi bagian dari proses peniliaian akhir, yang kemudian akan disusul dengan diumumkannya pemenang dari tiap kategorinya. Para finalis akan diundang masuk ke dalam ruangan dan akan mempresentasikan karya rupaannya kepada juri dan kurator, mengkomunikasikan secara verbal apa saja yang dapat diceritakan dari karya mereka itu.

Pada dasarnya, proses penilian kompetisi ini dibagi menjadi tiga poin utama: kriteria dasar (konsep, ide pengaplikasian, dan keserasian antara konsep dan aplikasinya—yang mempengaruhi tersampainya pesan dari karya); kriteria teknis (penilian yang disesuaikan dengan teknis tiap kategori); serta kriteria khusus yang merujuk hasilnya dari sesi temu juri ini—dilansir dari siaran pers yang diterima.

Hajatan yang kemudian disusul oleh santapan makan malam bersama itu berjalan lancar. Pertemuan, presentasi karya, serta tanya-jawab dan bincang-bincang yang berlangsung hari itu dibagi menjadi dua sesi; di mana sesi pertama diberikan kepada kategori ilustrasi dan comic strip, sedangkan sesi kedua untuk street art dan custom sneakers.

Di hari dan tempat yang sama, press conference pun juga turut digelar. Rekan-rekan media disambut kehadirannya di rooftop Yello Hotel. Nampak keutuhan juri, kurator (Leon Barto), Eunice Nuh dari RedBox sebagai pihak penyelenggara, dan Adjie Aditya dari Supermusic sebagai pihak pendukung hadir untuk memberikan keterangan dan perkembangan kompetisi ini.

“Perkembangan industri kreatif di Indonesia saat ini berkembang dengan baik, khususnya di bidang kreatif visual melalui seni ilustrasi, comic strip, street art dan custom art. Super Art Fest menghadirkan wadah baru bagi para penggiat seni kreatif di Indonesia dengan semangat muda, berkarakter, serta berani untuk mencoba hal-hal baru!

Hal ini sejalan dengan semangat SUPERMUSIC sebagai media musictainment yang gak hanya mendukung perkembangan dunia musik, tapi juga dunia seni dan kreativitas di Indonesia,” ujar Adjie selaku perwakilan dari SUPERMUSIC.

Agenda selajutnya dari rangkaian kompetisi Super Art Fest masih mengantongi acara-acara yang seru. Promotion Night sebagai hajatan terdekatnya, akan digelar pada bulan Januari 2020 besok. Dalam gelaran tersebut, karya-karya para finalis dari tiap kategori akan dipromosikan—sealigus juga menjadi cara pemanasan menuju puncak acara: Awarding Night, yang akan jatuh pada tanggal 1 Februari 2020, di Livespace SCBD, Jakarta Selatan.

Pantau terus IG Super Art Fest dan ikuti informasi selanjutnya!